pada mulanya adalah kaki, pada mulanya adalah hati. perjalanan dari sepatu ke pintu, perjuangan dari ragu ke pilu.
dua batang lilin, kau sumbu dia api. terang cahayanya adalah cinta kalian. ku berdiri dibawah terik mentari semenjak kau menjauh pergi, tak kutemui kau kembali hanya saja raga ini belumlah mati hingga jiwa yang terus meminta kau tuk tidak meninggalkanku lagi.
aku tak mengerti mengapa saat ku panggil namamu kau berlari, aku tak mengerti mengapa saat kulambaikan tanganku kau katakan sebentar.
kuraih tanganmu kutatap matamu, kulihat kau sedang menulis tentang ketinggian yang telah membuatmu jatuh. kurasakan senja dipelupuk matamu begitu cepat berlalu dalam perjalanan panjang yang sekian lama kau cari hingga kau dapatkan itu sendirian.
ku ingin tak ada tangis, ku ingin tak ada perpisahan karna yang kutahu itu hanya bisa menambah pedih rongga dadamu. aku tak pernah tahu seperti apa perasaanmu, yang kutahu kau tak pernah sempat ungkapkan lagi perasaanmu kepadaku. aku tak bisa melupakanmu, dan yakinlah aku akan menunggumu didermaga.
kudengar kalian berpisah... ia menyakitimu, menghancurkan hatimu, dan akupun tak tahu apa harus kulakukan yang mungkin bisa memberimu sedikit kebutuhan sebab kutahu yang kau butuhkan hanya kembali kepelukannya.
putus dan asa kian berpadu, seribu hari akan kau jajaki tanpa banyak senyum yang tercipta seperti layaknya senyummu dulu yang kau jakaki bersamanya. perpisahan bukanlah kehilangan, perpisahan adalah kenangan. kenangan dimana saat kau membutuhkannya dan saat kau harus tahu bahwa yang kau butuhkan bukan lagi adalah dia. ingin kucoba tuk mengucap 'JANGAN SEDIH, AKU SELALU DISINI BUAT KAKAK' bukan tak rela namun tak mampu kulakukan. kutahu bukan itu yang kau harapkan namun bukan berarti kau harus berhenti berharap karna harapan akan selalu ada bagi orang orang yang percaya pada harapan. semoga detik demi detik yang mulai detik ini harus kau pelajari tanpa sosok seorang 'cinta' akan terus memberikanmu taman hati tuk kau naungi dan tuk kau temukan 'cinta sejati'.
kuyakin kenangan manis akan tersimpan selalu didalam hatimu, begitupula didalam hatinya. dan kuyakin dibalik biru laut kehidupan ini ada airmata yang menetes ketika senyum mencoba membuatmu senang dan tertawa.
bila kau harus pergi jauh dan takkan kembali padanya, aku mengerti dengan semua yang telah terjadi. pastikan langkahmu tetap sehangat pelukannya dikala turun hujan dan dikala ia merangkulmu disaat kau letih dan diwaktu kau haus. andai aku dapat memelukmu kembali, aku ingin memelukmu dan takkan pernah kulepas lagi dari dekapanku. bila aku dapat menggenggam tanganmu kembali, aku akan menggenggam dan takkan kubiarkan kau pergi lagi dariku. yang akan kulakukan aku akan selalu mengikutimu agar kudapat terus menatap wajahmu, melihat senyummu, tertawa bersamamu dan takkan kubiarkan kau menangis lagi karenanya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar